Kamis, 29 Agustus 2013

PROGRAM BIMBINGAN DISEKOLAH DAN PERANAN GURU DALAM PELAKSANAANYA

PROGRAM BIMBINGAN DISEKOLAH DAN PERANAN GURU DALAM PELAKSANAANYA A. Program bimbingan disekolah Kegiatan bimbingan dan konseling dapat mencapai hasil yang efetif bilamana dimulai dari adanya program yang disusun dengan baik. Winkel (1991) menjelaskan bahwa program bimbingan merupakan suatu rangkaian kegiatan terencana, terorganisasi dan dan terkoordinasi pada priode tertentu. 1. Pengertian program bimbingan Program bimbingan yang disusun dengan baik dan rinci akan memberikan banyak keuntungan, seperti: a) Memungkinkan para petugas menghemat waktu, usaha, biaya, dengan menghindari kesalahan-kesalahan. b) Memungkinkan siswa untuk mendapatkan layanan bimbingan secara seimbang dan menyeluruh. c) Memungkinkan setiap petugas mengetahui dan memahami peranannya masing-masing. d) mengetahui bagaimana dan di mana mereka harus melakukan upaya secara bertahap. a. Pendidikan taman kanak-kanak Layanan bimbingan dan konseling di taman kanak-kanak hendaknya ditekankan pada : 1. Bimbingan yang berkaitan dengan kemandirian dan keharmonisan dalam menjalan hubngan sosial dengan teman sebayanya. 2. Bimbingan pribadi, seperti pemupukan disiplin diri dan memahami perintah. b. Program bimbingan disekolah dasar Progaram kegitan bimbingan dan konseling untuk siswa-siswa disekolah dasar lebih menekankan pada penyelesaian tugas-tugas perkembangan mereka antara lain mengatur kegiatan-kegiatan beklajarnya dengan baik dan bertanggunga jawab. Dengan demikian, arah penyusunan program bimbel membutuhkan kasih saying dan rasa aman bagi anak. c. Program bimbingan disekolah lanjutan tingkat pertama Tugas-tugas perkembangan untuk siswa atau anak pada tingkat SLTP antara lain : menerima perananya sebagai pria tau wanita, memperjuangkan taraf hidupa yang wajar dari orang tua dan orang-orang dewasa lainya, menambah bekal pengetahuan dan pemahaman untuk pendidikan lanjutan, serta mengembangakn kata hati sesuai dengan nilai-nilai kehidupan. d. Program bimbingan disekolah lanjutan tingkat atas Pada usia ini berada diusia masa transisi kehidupan kanak-kanaknya telah ditinggalkan namun kehidupan sebagai seoranga dewasa belum mapan. Dengan demikian mereka berada didaerah marginal yaitu daerah kabur. Pola pikirnya masih labil. Tugas-tugas perkembangan pada usia remaja menurut Cole (1959) yaitu: Kematangan emosional, Kemantapan minat terhadap lawan jenis, Kematangan sosial dan kebebasa diri dari kontrol orang tua serta kematangan intelektual. e. Program bimbingan diperguruan tinggi Bimbingan belajar diperguruan tinggi atau bimbingan yang bersifat akademik dan hubungan sosial dan hubungan muda-mudi. 4. Tenaga Bimbingan Disekolah Beserta Fungsi dan Perananya Pelaksanaan bimbingan dan konseling disekolah menjadi tanggung jawab bersama antara personel sekolah yaitu kepala sekolah, guru-guru, wali kelas, dan petugas-petugas lainya. 5. Struktur organisasi bimbingan dan konseling disekolah Pelaksanaan bimbingan dan konseling disekolah merupakan tanggung jawab kepala sekolah. Program bimbingan disekolah merupakan bagian yang terintegrasi dengan seluruh kegiatan pendidikan. 6. Mekanisme implementasi program bimbingan dan konseling disekolah Untuk melaksanakan program bimbingan dan konseling disekolah, konselor beserta personel lainya perlu memperhatikan komponen kegiatan sebagai berikut: a. Komponen pemerosesan data Kegiatan layanan bimbingan dan konseling meliputi beberapa aspek yaitu: 1. Pengumpulan data, 2. Pengklasifikasian, 3. Pendokumentasian, 4. Penyimpanan, 5. Penyediaan data yang diperlukan, 6. Penafsiran. b. Komponen kegiatan pemberian informasi Komponen ini terdiri dari : (1) pemberian orientasi kehidupan sekolah kepada siswa baru. (2) pemberian informasi tentang program studi pada siswa yang dipandang memerlukanya. (3) pemberian informasi pada siswa yang diperkirakan tidak dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan. (4) pemberian informasi pendidikan lanjutan. c. Komponen kegiatyan konseling Konseling dilakukan terhadap siswa yang mengalami masalah yang sifatnya lebih pribadi. d. Komponen pelaksana Pelaksana jenis kegiatan tersebut adalah konselor sekolah, konselor bersama guru bidang studi dan juga kepala sekolah sesuai dengan fungsi dan perananya masing-masing. e. Komponen metode atau alat Alat yang dipakai berupa tes psikologis, tes hasil belajar, dokumen, kartu pribadi, dan sebagainya. f. Komponen waktu kegiatan Jadwal kegiatan layanan dapat dilakukan pada awal tahun ajaran secara priodik, akhir masa sekolah. g. Komponen sumber data Data yang diperlukan dapat diperoleh dari siswa yang bersangkutan. Dari guru, orang tua, maupun teman sekolah. B. Peranan guru dalam pelaksanaan bimbingan disekolah 1. Tugas guru dalam layanan bimbingan dikelas Fungsi bimbingan dalam proses belajar mengajar itu merupakan salah satu kompetensi guru yang terpadu dalam keseluruhan pribadinya. Perwujudaan kompetensi ini tampak dalam kemampuanya untuk menyesuaikan diri terhadap karakteristik siswa dan suasana belajarnya. 2. Tugas guru dalam operasional bimbingan diluar kelas Tugas guru dalam layanan bimbingan tidak terbatas dalam kegiatan proses belajar mengajar atau dalam kelas saja, tetapi juga kegiatan-kegiatan bimbingan diluar kelas. Tugas-tugas bimbingan itu antara lain: C. Kerja Sama guru Dengan Konselor dalam layanan Bimbingan a. Proses belajar mengajar sangat efektif apabila apabila bahan yang dipelajari dikaitkan langsung dengan tujuan-tujuan pribadi siswa. b. Guru yang memahami siswa dan masalah-masalah yang dihadapinya, lebih peka terhadap hal-hal yang dapat memperlancar dan mengganggu kelancaran kegiatan kelas. c. Guru dapat memperhatikan perkembangan masalh atau kesulitan siswa yang lebih nyata.